In life Lifestyle Personal Story Of Mylife

Perasaan Saat Akan Menikah

photo from google
Saya sudah pernah menulis tentang how i met pakciwa bagian 1 di sini eh tapi setelah saya baca ulang kok saya bingung dengan tulisan saya sendiri ya (?)

Oke mari kita runut satu persatu kejadian kala itu...
  • Ketemu Pakciwa karena Pakciwa itu teman dari salah satu keluarga saya yang saat itu mau merayakan ulang tahunnya sebut saja namanya opa, yang kata opa, pakciwa itu baru putus sama pacarnya dan lagi mencari pacar baru, dan saya bilang sini kenalin sama saya biar dicomblangin sama teman saya kalau ada yang mau.
  • Akhirnya kami (pakciwa, opa, saya, dan 2 sahabat saya) sering jalan bareng mengalir begitu saja dan sambil memikirkan pakciwa dan opa ini maunya dicomblangin sama teman saya yang mana ya?
  • Saat itu memasuki hari ulang tahun pakciwa, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba ngomong ke saya kalau mamanya mau datang bertamu, dengan polosnya saya bilang datang saja nanti saya tanya mamakku kalau ada tamu mau datang. Mamak saya saat saya beri kabar sepertinya ngeh kalau ada "sesuatu" karena mamak sampe rapat keluarga dengan sodaranya.
  • Hari yang pakciwa katakan kalau akan bertamu akhirnya tiba juga di lengkapi dengan 2 Bosara (nampan khas Bugis-Makassar) kue-kue manis tradisonal saya lupa kuenya apa, mamak dan sodaranya saling memberi kode sembari berbisik (tapi saya nguping :D) kira-kira mereka saling membenarkan prasangka mereka saat saya bilang ada tamu yang mau datang.
  • Dan pertemuan ini terus berlanjut, ada beberapa kali keluarga pakciwa datang kerumah sampai akhirnya tercapai kata sepakat untuk menikahkan kami.

Bagaimana perasaan saya saat itu?
Saya tak menganggap kesepakatan tersebut, karena saat saya flashback sekarang ini, saya tidak ingat lagi hari-hari tersebut sampai dimana mamak saya menelpon salah satu sahabat saya yang katanya berkata "tolong tanya lina jangan cueki mamaknya". Saya ingat itu karena sahabat saya menyampaikannya pesan mamak ke saya. 

iya saya cuek dan saya labil saat itu, ini kesimpulan saya saat ini. Saat itu saya masih kuliah sedang asik-asiknya larut dalam dunia kampus, bergaul dan berteman dan belum punya pekerjaan. Saat itu life plant atau rencana hidup masa depan saya itu adalah lulus kuliah, kerja, naik haji, lalu nikah. Hidup saya akan indah dan aman nih kalau semua itu tercapai.

Tapi ternyata oh ternyata belum lulus kuliah pun saya sudah di nikahkan karena para tetua (kakek nenek saya masih hidup dan sehat walafiat) di keluarga inti saya yang memutuskan, katanya kalau ada orang yang berniat baik, dari keluarga yang jelas asal usul nya (emang ada yang gak jelas?), cocok dan sepaham, maka terjalinlah ikatan pernikahan tersebut.

Saya kala itu nurut semua kata dan perintah orang tua (sampai sekarang juga masih), dan menjalani prosesi pernikahan yang semuanya disiapkan oleh keluarga, tak ada satupun saya turut campur didalamnya, selain karena saya malas untuk ikut campur dikeluarga saya memang begitu adanya.
Saya hanya dimintai pendapat ini dan itu, jika saya tidak menjawab disitulah mamak saya kecewa dan sedih yang akhirnya curhat ke sahabat saya, dan saat mendengar apa yang sahabat saya sampikan saya mau nangis, tapi malu sama sahabat-sahabat saya sehingga saya berlalu begitu saja meninggalkan mereka, saya merasa sudah berdosa sama mamak saya kala itu, mamak memang type orang yang tidak mau dicueki dan semua harus dirembukkan dan dibicarakan jika ada sesuatu yang terjadi.

photo from google
Saat saya membaca postingan mak Faradila Danasworo Putri yang di posting di KEB
Baca di sini : Yakin Siap Nikah?
saya sampe makjleb bacanya, 10 tahun yang lalu hanya poin Persiapan Fisik yang saya jalani saat itu, yang lainnya tidak ada, dan semoga kami kuat menjalani bahtera rumah tangga ini, Aamiin ya Allah.

Tapi buat kalian yang saat ini ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan, ada baiknya kalian membaca postingan tersebut karena apa yang dijelaskan mak Faradila penting dan benar adanya. Biar semuanya siap dan "aman" saat berumah tangga. 
Adu argumen pasca pernikahan itu pasti akan ada, walau semua poin baik itu mental, ilmu, ekonomi maupun fisik semuanya aman terkendali dalam genggaman, namanya juga mempersatukan dua kepala dalam satu rumah tidak mungkin terjadi, yang ada adalah kerjasama, komunikasi dan menaklukkan ego masing-masinglah yang harus dihadapi.
Akhir kata : "janganki lupa bahagia"
salam bahagia dari keluarga ciwa :D

Read More

Share Tweet Pin It +1

7 Comments

In Beauty Fashion

5 Hal Menarik Menghadiri Resepsi Pernikahan

...segantang dua gantang
bunga dan kumbang
kalau perawan dan bujang
cinta dan sayang
bulan haji akan datang,
panggil pak penghulu datang...

Ada yang familiar gak sih sama lirik lagu dari Yopie Latul Feat Emma ini, saya familiarnya pas jaman sekolah dasar kalau nda familiar ya yuk mari lanjutin ngemil-nya bacanya.
Musim pernikahan datang setelah Hari Raya Idul Fitri tiba dan "katanya" akan segera berakhir jika musim haji atau Hari Raya idul adha akan tiba dan kembali akan datang lagi setelah Idul Adha.

Undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan pasti akan berjejer menjadi waiting list, satu per satu akan dihadiri jika tak ada halangan, namun terkhusus bagi perempuan, apalagi saya tentunya untuk menghadiri sebuah acara pernikahan membutuhkan busana khusus untuk mendukung penampilan dan salah satu cara untuk memberi penghargaan bagi si empunya hajatan.

Busana yang sedang saya sukai saat ini untuk dikenakan ke resepsi adalah kebaya, kenapa mesti kebaya? karena kebaya itu simple dan kini sedang tren menggunakan kebaya modern sedang hitz, coba lihat ragam model kebaya modern di Zalora. disana banyak pilihan model dan bebas galau lagi jika akan mengahdiri resepsi pernikahan atau acara lainnya.
Saya suka mengenakannya bersama dengan lipa' sa'be' a.k.a sarung sutera khas dari Kabupaten Sengkang, Sulawesi Selatan.
Perasaan saya jika kedua outfit ini dikenakan bersamaan akan menguatkankan aura keanggunan dan pesona saya (baca: tidak salah gaya lagi).
Kelebihan lainnya jika menggunakan kebaya itu ialah mudah di mitch and match dengan bawahan apa saja baik itu model rok atau celana.




 pict from Zalora
Kembali ke acara resepsi, mari kita menilik apa-apa saja hal menari ketika menghadiri resepsi pernikahan.

5 Hal Menarik Menghadiri Resepsi Pernikahan :
1. Menjalin Silaturahim bagi sanak saudara, keluarga, kerabat, rekan kerja, teman, sahabat dan handai taulan.
2. Mendapatkan jodoh, ya jodoh, karena bisa saja para orang tua yang melirik untuk anak mereka atau para anak-anak muda yang lagi jomblo sedang lirik-lirikan sok kenal sok dekat dan berlanjut deh hubungannya ke arah yang serius.
3. Melihat beragam jenis mode baju dari fashion para tamu yang hadir, jadi kalau ada yang pas di hati boleh tuh diamati dan menjadi next outfit buat kita. Baju yang dikenakan mempelai pun tak luput dari amatan para tamu.
4. Mencicipi aneka makanan dan minuman, kue-kue tradisonal khas Makassar seperti cucuru' bayao, sikaporo, biji nagka, Dodoro', Waje', Bannang-Bannang, Barongko, Se'ro'-Se'ro' yang semuanya disebut dengan sebutan "kue pengantin" karena kesemuanya akan hadir hanya jika ada resepsi ataupun hajatan .
5. Melihat perkembangan dekorasi, baik itu dekorasi ruangan ataupun dekorasi pelaminan menjadi perbincangan khas para orang tua loh.

Namun dari 5 hal menarik tersebut, fashion menjadi hal yang ramai diperbincangkan, gaya dan model mengikuti tren pasti menarik perhatian khalayak ramai di ruang resepsi tersebut. Kalau kalian dari kelimanya lebih tertarik yang mana? atau ada hal menarik lainkah?

Read More

Share Tweet Pin It +1

6 Comments

In weekend

Cerita Weekend

Hola… Kembali ke cerita weekend kami, lama tak bercerita keseruan kami karena sibuk mengumpulkan recehan demi hidup sejahtera diatas rata-rata. *tsah*kibasjilbab* 

Oke, I want to combine some weekend stories that were delayed sometime ago, *thanksgoogletranslate* kemarin itu sempat bingung dan gundah gulana, dan mau memutuskan untuk berdua saja dengan Zhafirah jika ingin jalan-jalan keluar dikala weekend datang, karena sepertinya Pakciwa sudah sedikit sibuk dikala weekend, tapi hal itu membuat saya menjadi bete a.k.a jengkel. Kebanyakan jalan-jalan kala weekend yang kami lakukan dengan sedikit paksaan dan sedikit berburu dengan waktu, namun hal itu membuat kami menjadi fokus kemana dan kapan kita akan keluar, biasanya kan kami malah stuck di tengah perjalanan mikir yang panjang, mau kemana, mau makan apa, mau killing time dimana, ya gitu-gitu, Jadi tetap adalah sisi positifnya. 

Dimulai dengan Acara Kompakers Makassar Versus Acara Smartfren, yang mana saya daftar dikeduanya namun menjadi panitia di salah satunya karena saya tak mengatur jadwal dengan baik, dan beberapa waktu lalu saya suka lupa sudah tanggal berapa hari tersebut, iya asli lupa, sampe diingatkan sama teman seperti ini : 

Saya : ''aduh malasnya saya pergi taklim"
Teman : "kalau saya bilang sebaiknya nda usah meki pergi"
Saya : (merasa horor) "ih kenapaki?" (karena fikir kok kebaikan malah dilarang) 
Teman : "karena bukan juga hari ini taklimnya, minggu depanpi kak"
Saya : "ohahahaha astagfirullah" (butuh aqua) 

Kembali ke acara Kompakers Makassar Versus acara Smartfren, saya harus memilih kepanitian karena bentuk komitmen terhadap diri saya sendiri *tsah* *tiba-tibabijak* saya ke acara Kompakers Makassar, workshop INSPIRATIF BY MEDINA, medina itu ternyata salah satu produk wadah untuk makanan/minuman, oke lanjut mau ke acara Smartfren eh tapi sudah keburu gerah dan pakciwa sudah jemput untuk pulang, yaudah kita cuss pulang.

Next week.. Rencana batal buat hadiri salah satu pembukaan coffee shop di TSM dan labil buat singgah di acara Pesta Komunita Makassar di Fort Rotterdam, padahal sudah dibela-belain sewa lensa fix dong ya..malah sibuk mutar-mutar di Smart Club. Ah begitulah weekend kami yang tak begitu penting buat dijelaskan, tapi saya suka saya suka saya suka hehehehe sampai jumpa di weekend selanjutnya, rencananya kami mau ke Kabupaten Enrekang buat menghadiri resepsi pernikahan teman kantor Pakciwa. Sampai Jumpa semuanyaaa…

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In jalan-jalan Maros

Wisata Karst : Rammang-Rammang Maros

Nama "Rammang-Rammang" berasal dari Bahasa Makassar, di mana kata rammang berarti "awan" atau "kabut". Jadi rammang-rammang berarti sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, tempat ini diberi nama Rammang-Rammang karena awan atau kabut yang selalu turun, terutama di pagi hari atau ketika hujan.
Tempat yang menarik di kawasan ini adalah taman hutan batu kapur, telaga Bidadari, gua Bulu' Barakka’, gua Telapak Tangan, gua Pasaung, sungai Pute dan kampung Berua.
Luas haman hutan batu Kapur Rammang-Rammang bertebar adalah 45 000 hektar (45Γ  km²) dan merupakan kawasan karst terbesar ketiga di dunia, setelah Tsingy di Madagaskar dan Shilin di Tiongkok. Terdapat dua kompleks taman hutan batu di Rammang-Rammang, yakni di utara dan di selatan. Sumber: Wikipedia
Kalau dari rumah saya jarak tempuh sekitar 1jam dengan menggunakan mobil dan disupiri oleh Pakciwa, maka minggu itu dengan penuh paksaan ke Pakciwa akhirnya Pakciwa luluh dan mau mengantar saya ke Rammang-Rammang, walau sampe sana saya yang tidak mau beranjak turun dari mobil, minta diturunkan pas dibagian karst yang kece buat foto *helloooowww*
"aduh ini wisatawan rewelnya, pusing saya mengantar kalau yang diantar mau langsung jadi fotonya nda mau susah jalan" kata Pakciwa.
Drama lagi? Always lah yaaa hahahahaha

Kembali ke penjelasan Rammang-Rammang, terdapat dua dermaga untuk kalian yang ingin menyusuri kawasan Rammang-Rammang, ada dua dermaga yang bisa jadi pilihan, Dermaga 2 kita perlu masuk lagi jauh kedalam sedangkan Dermaga 1, posisinya ada di pinggir jalan poros kawasan Desa Salenrang, Maros.
Saat itu saya memilih belok kiri masuk ke dermaga 2, karena saya sudah lihat dermaga 1 yang pas pinggir jalan bisa langsung naik perahu.

memilih dermaga 2 tak ada salahnya, karena MasyaAllah indah betul ciptaan Allah, Sepanjang jalan sudah disuguhi jejeran karst yang indah memanjakan mata, lupakan terik matahari dan segeralah cari tempat untuk memarkirkan kendaraan kalian. Info untuk biaya parkir saat di tempat yang sangat dengan dengan dermaga 2 itu 10ribu Rupiah, ada banyak lahan warga yang mereka jadikan tempat parkir ada juga yang gratis kok.

ada banyak kawasan yang bisa kalian eksplore saat masuk ke dermaga 2, kalau kalian memilih untuk naik perahu menyusuri sungai, maka akan kalian temukan cafe dan penginapan didalam sana, dan yang terakhir akan kalian temukan Desa yang bernama Desa Berua dengan penduduk kurang lebih sekitar 20 KK (kartu keluarga) saja.
Biaya untuk naik perahu sekitar 250rb untuk 4-5 penumpang.

Dermaga 2

salah satu jenis perahu yang bisa dipilih

itu papan petunjuk arah kawasan yang bisa di eksplore

Saat itu saya memilih untuk datang melihat-lihat saja dulu, biar ada lagi alasan untuk kembali kesini karena belum menyusuri sungainya, dan inilah foto-foto kami. 😊

our family picture
Oiya foto keluarga kami diambil oleh seorang anak yang menjadi guide kami saat iseng singgah memarkirkan mobil, begitu turun dan berjalan tiba-tiba ada anak laki-laki yang mengikuti kami, tanpa diajak bicara langsung berujar "saya sudah biasa antar temani orang masuk kedalam sini." tanpa memberi persetujuan anak ini terus ikut, jadi saya bertanya ke anak laki-laki itu "kamu biasa dibayar berapa sama orang-orang yang kamu antar?" "seikhlasnya saja," ujar anak laki-laki tersebut.
Tanpa menanyakan namanya saya memberi kode ke pakciwa mengiyakan biarkan saja anak ini ikut sama kita, anaknya baik sepenglihatan saya, dan kami diajak menyusuri karst ini sampai kedalam-dalam dan bersedia mengambil foto untuk kami.
"disini banyak yang foto prawedding,sini saya fotoki" ujarnya.
"Makasih ya sudah menemani kami" kata kami saat akan berpisah dengannya sembari anak laki-laki itu menunjukkan rumahnya tidak jauh dari tempat kami memarkirkan mobil.





Kami akan segera kembali menyusuri kawasan ini, dengan menyusuri sungainya. Sekilas info lagi jalan masuk ke dermaga 2 hanya muat dilalui satu mobil saja, jadi kalau kalian berpapasan dengan mobil dari arah yang berlawanan, maka salah satunya harus mengalah dan segera mencari lahan yang bisa dipakai untuk meminggirkan kendaraan.

Read More

Share Tweet Pin It +1

8 Comments

In Bosowa

Plant Visit Bosowa Semen


Girangnya bukan main karena inilah yang disebut dengan "me time" tapi ujung-ujungnya tetap beberapa kali kontrol by LINE ke Pakciwa dan Zhafirah.

Kenapa?
Karena akhirnya saya berhasil untuk ikut dalam tour bareng Blogger Anging Mammir with Makkunrai Anging Mammiri.

kemana?
ke Pabrik Bosowa Semen di Kabupaten Maros, sekitar 1 jam perjalanan jika dari Menara Bosowa via jalan tol.

Lalu?
Jadi gini ya... awalnya, muncullah pendaftaran via buketu AM Nunu, yang menuliskan untuk yang berminat to visit plant Bosowa Semen agar mengisi formulir, di formulirnya itu ada alasannya saya isinya "mau lihat Rammang-rammang" dan sukses gak kepilih, hahahahaha.
ya gimana mau kepilih, ajakannya lain maunya lain, tapi ke-kepoan saya memuncak dan bertanya keteman-teman yang terpilih alasannya apa aja, dan ternyata pada kocak-kocak. yasudahlah mungkin karena blognya belum di-make up-in, cerita yang ini bakalan berlanjut nih.

Pucuk dicinta ulam pun tiba...
Banyak teman yang berhalangan hadir, buketu MAM Qiah mention di grup, sayalah yang semangat 45 buat mengisi bangku cadangan padahal yang di colak-colek kak Awie. (padahal kak awie lagi direcoki buat private seseorang buat make up-in seseorang *uhuk*)
dan akhirnya saya kepilih juga, 4 orang yang mengisi bangku cadangan akhirnya kepilih semua, thanks ya Qiah sudah merekomendasikan saya.


Perjalanan dimulai...
Pagi itu mama sempat kaget, tumben pagi-pagi sudah cantik, tapi tetep dong dikritik soal jilbab, ya sudah mama milihin jilbab karena akhirnya tau saya mau jalan-jalan ke Bosowa Semen, dan segeralah saya diantar Pakciwa menuju Menara Bosowa, 30 menit lagi sudah jam 8 nih. Meeting pointnya di Menara Bosowa pukul 8 teng tong teng.

15 menit kemudian saya sudah sampai di Menara Bosowa, Pakciwa mengantar dengan motor disertai jalanan yang lowong karena saat itu sabtu pagi. Disana sudah ada Kak Abby yang sudah eksis dengan tongsis-nya, didalam Menara Bosowa sudah duduk manis Kak Alfu, menyusul kak Awie dan Qiah.

Pukul 9 kami siap-siap berangkat dan saya sudah teramat lapar ya Tuhaaaan, padahal abis sarapan loh iniiii.
Sepanjang jalan kami penuh canda tawa dan ikutan masuk ke scene vlog-nya kaka Abby, kocak! dan yang penting beneran lewat Rammang-rammang, jadi jalanan masuk ke Pabrik Bosowa semen itu melewati Rammang-Rammang. "Akhirnya saya tahu jalan masuk rammang-rammang, besok saya bakalan balik sini lagi!." gumam saya dalam hati.

Sesampainya di pabrik, kami langsung naik ke CCR (Centre Control Room) di lantai 2, ruangan meeting dan disambut hangat oleh Pak Deny, tak lama pembukaan acara dengan mengumandangakan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan oleh Bapak Rakhmat Kaimuddin selaku Managing Director Bosowa Semen.
"Bosowa semen dan satu perusahaan semen yang ada di Sul-Sel sudah mampu memenuhi 4 kali pembangunan di Sul-Sel dan 2 kali pembangunan di Sulawesi." ujarnya.



beberapa bagian dari pabrik
Tak lama kemudian, kami diajak untuk berkeliling pabrik dengan menggunakan bus yang tadi mengantar kami ke pabrik.
Sebelum berangkat, kami menunggu beberapa saat untuk jalan tiba-tiba bapak yang memandu kami di bus berujar "kita stop dulu ya pak sopir, ada blasting."

apa?blasting?peledakan?belum ngeh nih sampai terdengarnya suara ledakan, "buaaarrrr" disertai sedikit getaran yang saya rasakan #eh kan kita sedang di pabrik semen kan yaaa linaaaa.
semen itu kan dari batuan kapur ya gunungnya di ledakkan biar terbagi bongkahan besar, penghancuran, pencampuran awal untuk menjadi klinker, pembakaran klinker, pendinginan klinker, klinker menjadi bongkahan besar kembali, penghancuran klinker, penghalusan klinker tahap akhir, dan yang terakhir pengemasan. ya begitulah singkat bahasanya tapi sesungguhnya membutuhkan ruang dan waktu yang cukup besar menurut saya yang awam ini.

ini versi lengkapnya

dan setelah ada kode aman, maka kami pun melanjutkan perjalanan.


tambang karst 

siapa bilang tambang bisa merusak,jika perusahaannya care maka akan aman saja dan bagus dijadikan spot foto,seperti foto ini πŸ˜…

ada 3 kali kami turun dari bus saat di dalam lokasi pabrik, dan begitu dipersilahan turun tanpa aba-aba langsung berburu spot foto, hahahahaha. tidak boleh lama, dan kami saya bagai anak ayam yang di beri "kode" krukrukrukrukrukru buat di kumpulkan semua dan digiring masuk bus, hahahahahaha seru! πŸ˜‚ (situ seru tapi bapak-bapak direksi dan manajemennya pusing mengawasi, ada yang di sana, ada yang di situ, semua berpencar πŸ˜‚)
panas yang menyengat sebenarnya amat terasa tapi karena semangat yah dnikmati dong yaaa, pulang-pulang perawatan wajah kembali ke nol yaa. πŸ‘…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



Waktu solat sudah masuk kami bergegas kembali ke Centre Control Room (CCR) dan segera ke mesjid, kata Bapak-Bapak Direksi, kita bakal dijamu makan siang di Tambak Ikan & Udang yang juga milik Bosowa, jaraknya sekitar 1 jam dari pabrik, jauhnyaaa kan lapaaaar. πŸ˜‚πŸ˜…

Perjalanan cukup panjang namun menyenangkan karena saya belum pernah menjelajahi Kabupaten Maros sebegini jauhnya, dan saya baru tau kalo di Maros juga ada Tambak a.k.a empang.

Makanan yang disajikan adalah surga dunia, masya Allah nikmatnya, saat pulang sempat berpamitan dengan kepala dapur, dan seperti biasa saya lupa dong namanya, kalo nda salah nama ibunya itu Ibu Haslinda atau Ibu Halima (jauh yeeeee πŸ˜…).
Kata Ibunya "saya pegawainya bapak (Bapak Aksa Mahmud) saya cukup menerima perintah lewat telepon kalau ada tamu seperti ini, kami (menunjuk ke arah timnya) segera memasak hidangan ini semua."






ah! saya lupa foto bagian yang saya suka para ibu-ibu dengan seragamnya berjejer mencuci piring di atas rumah yang berdiri diatas tambak tersebut, tapi foto narsis tentu tak lupa dong. πŸ˜‚

akhir kata saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas undangan mengunjungi Pabrik Bosowa Semen sehingga saya mengetahui lokasi keberadaan Rammang-Rammang Pabrik, ditutup dengan jamuan makan siang yang enak dan sambutan yang hangat. πŸ’“


Bosowa Group Membangun Mimpi, 
Berdiri, Kuat dan Kokoh Bosowa Semen.

Read More

Share Tweet Pin It +1

8 Comments

In Bosowa

Mengenal Lebih Dekat : BOSOWA SEMEN



pict form google
Nama Bosowa tentu sudah tidak asing lagi bagi telinga kita, apalagi bagi orang-orang yang berdomisili di Makassar. Bosowa yang didirikan oleh Bapak Aksa Mahmud, delapan belas tahun lalu, tepatnya tanggal 16 April 1999, untuk pertama kalinya BOSOWA memproduksi semen di bawah bendera PT Semen Bosowa Maros. 
Perusahaan ini mulai berproduksi saat kondisi ekonomi nasional sedang lesu sebagai dampak krisis ekonomi global tahun 1999.
Saat itu saya sekiranya masih di tingkat sekolah dasar, jadi untuk informasi selanjutnya yuk kita simak.

Meskipun kala itu krisis mendera, namun pengembangan usaha Bosowa Semen terus dilanjutkan ditengah banyaknya perusahaan swasta yang diambil alih oleh pemerintah melaui BPPN lalu dijual ke perusahaan asing. Namun kini, Bosowa Semen menjadi produsen semen terbesar keempat di Indonesia dan merupakan produsen semen swasta nasional terbesar di Indonesia.

Dari sisi kualitas Bosowa Semen tidak kalah dengan tiga perusahaan kompetitor lainnya. Inilah yang menjadikan Bosowa Semen sebagai produk kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.


“kami yakin produk kami adalah pilihan yang tepat untuk konsumen, kualitas semen kami tinggi dengan harga yang kompetitif, dan pelayanan yang baik, kami berani diadu.”

-----Rachmat Kaimuddin, Managing Director Bosowa Semen.-----

Bosowa Semen memiliki 3 pabrik yaitu di Maros, Batam dan Banyuwangi, dengan total kapasitas produksi 7,2juta ton semen.
Pasar Utama Bosowa Semen awalnya di wilayah Indonesia Timur, yang kemudian meluas keberbagai daerah di seluruh wilayah Nusantara yaitu : Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Proyek-proyek Landmark yang dibangun oleh Bosowa Semen antara lain :
  • Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Bandara di Lombok, Balikpapan dan Denpasar.
  • Menara Bosowa.
  • Tol di Makassar.
  • Ringroad Danau Sentani Jayapura.
  • Universitas Batam.
Dalam pergerakannya Bosowa Group, melakukan inisiatif strategis dengan rebranding perusahaan, yang sebelumnya bernama Semen Bosowa kemudian berubah nama menjadi Bosowa Semen. Rebranding ini diharapkan akan menumbuhkan semangat baru bagi sekitar 1700 karyawan yang saat ini bekerja di Bosowa Semen.

photo from Bosowa Semen

Bosowa Group juga mempunyai unit usaha lainnya, seperti: otomotif, properti, pendidikan, keuangan, agrikultur, energi/resources, serta media & olahraga.
Besarnya bisnis Bosowa Group merupakan hasil perjuangan keras dan tekun seorang yang kreatif Bapak Aksa Mahmud, putra asli Bugis yang lahir di Barru, 16 Juli 1945. Pondasi pertama Bosowa adalah berdirinya CV. Moneter pada tanggal 22 Februari 1973 yang bergerak dibidang otomotif yang selanjutnya tanggal pendirian CV. Moneter inilah yang menjadi hari peringatan ulang tahun Bosowa Group.
Sejarahnya bisa dibaca di sini.


Kini, terhadap keberlanjutan dan regenerasi Bosowa Group, Bapak Aksa Mahmud telah memberikan tahtanya kepada Putranya yaitu Bapak Erwin Aksa, yang selanjutnya akan membawa tongkat estafet membawa Bosowa membangun impian.

Tak hanya bergelut di dunia bisnis, tenyata Bosowa Group khususnya Bosowa Semen juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR), saat saya berkesempatan mengunjungi Pakbriknya sabtu kemarin, juga bertepatan dengan pemberian beberapa bantuan ke beberapa instansi yang ada di sekitar pabrik.


Sabtu,29 Juli 2017, Manajemen Bosowa Semen menyerahkan bantuan kepada :
  • Kelompok Wanita Tani di Desa Baruga dan Desa Tukamaseang yang diterima oleh Dinas Pertanian Kecamatan Bantimurung dan Ketua Kelompok Tani
  • Ada juga bantuan pembangunan jamban untik rumah warga di wilayah sekitar pabrik.
Bosowa Semen memang selalu memperhatikan pengembangan SDA dan SDM di tiga desa sekitar pabrik yang masuk dalam wilayah Bosowa Semen, yaitu Desa Salenrang, Desa Baruga dan Desa Tukamaseang.
“Secara teritorial Bosowa Semen selalu memprioritaskan wilayah Ring 1 yaitu Desa Baruga dan Desa Tukamaseang. Seperti infrastruktur kebutuhan semen sudah pasti, masyarakat mau bangun apa saja semen pasti dari kita. Begitu juga dengan pengembangan SDM seperti beasiswa SD,SMP,SMA, sampai Perguruan Tinggi. Serta support terhadap pengembangan ibu-ibu untuk wanita tani agar tak hanya sebagai ibu rumah tangga saja."----Pak Mukhsin Alwy,SHE& External Relation Division Head Bosowa Semen.-----
Sejak beberapa tahun yang lalu saya sebenarnya sudah tahu tentang program CSR Bosowa Semen ini karena sudah beberapa kali kesempatan mengundang teman-teman di AIMI untuk memberi sosialisASI tentang Pemberian ASI kepada masyarakat di sana.

Senang sekali sabtu itu kami diajak untuk melihat-lihat kantor serta pabrik Bosowa Semen disana kita jadi tahu lebih banyak tentang Bosowa dan Bosowa Semen, sambutan hangat dari direksi saya ceritakan panjang di sini: Plant Visit Bosowa Semen.

Pabrik Bosowa Semen
Pabrik Bosowa Semen
Semoga Bosowa selalu berjaya dan terus mengembangkan SDA dan SDM yang ada di Makassar, Indonesia dan juga pada dunia. Aamiin ya Allah.

Bosowa
Membangun Impian

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Lebaran

Hari Raya Idul Fitri 1438 H



Taqabbalallahu minna wa minkum
Taqabbal ya Karim
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Masya Allah lebaran tiba, idul fitri tiba, bergetar hati ini mendengar takbir dikumandangkan dan meleleh air mata ini saat surah Al A'la dibacakaan saat rakaat pertama solat ied (tidak ada alasan untuk itu).
Semoga kita dipertemukan Ramadan Ramadan tahun berikutnya. Aamin ya Rabb, ya Rahman ya Rahim.
Jika ingin membaca panduan solat ied bisa di sini

Setiap lebaran punya cerita sendiri, setelah disibukkan dengan pekerjaan dan libur kantor akan di mulai H-2 lebaran mebuat kita seakan-akan berpacu dengan waktu, karena sudah sangat ingin libur dan mulai berbelanja kue kering. hahahaha

Silaturahim di hari pertama lebaran seperti biasa ke rumah ummi ke'nang dan ummi bong, jika kedua rumah itu sudah selesai kami kunjungi maka waktunya pulang beristirahat :D dan begitu ba'da magrib kami kedatangan imam tarwih+solat ied Ustad Shodiq ternyata ustad belum balik ke Gorontalo, jadi hari kedua saya hanya dirumah menunggu pakciwa yang mengantar ustad jalan-jalan dan ke bandara. Alhamdulillah teman baru lagi, tambah teman tambah rejeki. :D

Lebaran hari ketiga kami baru ke rumah Pakciwa, kedatangan Pakciwa sudah dinanti-nanti dan segeralah kami tunaikan kewajiban silaturahim kami ke keluarga-keluarga Pakciwa. Pulang dari kampung bagasi penuh, alhamdulillah, ada makanan, sayur mayur dan ayam kampung hidup 2 ekor :D 

Lebaran dan Liburan

Libur lebaran ini banyak kami habiskan di laundry :D sabtunya kami baru keluar rumah, karena sudah janjian dengan saudara-saudara Pakciwa mau liburan bersama katanya, namun di tengah jalan batal permirsah. Jadilah Zhafirah kecewa berats dan kami memutuskan untuk ke Gowa Discovery Park aja buat main air, tapi entah Pakciwa ogah-ogahan katanya mau ngadem aja di hotel tapi saya nya malah mutusin lain :D
sudahlah yang jelas kita semua sehat dan liburannya sukses, Zhafirah bahagia dan next time kita agendakan ngadem di hotelnya ya pak :)) 

Ya Allah terima kasih nikmat-Mu dan pertemukanlaah kami dengan Ramadan Ramadan berikutnya aamiin.. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments