In gowa Malino Sulawesi Selatan

Bamboo Park Malino

Sudah satu tahun delapan bulan lamanya kita berada pada masa pandemi, syukur alhamdulillah angka pandemi berangsur menurun, semoga bumi segera pulih, aamiin. 

Bukan mengesampingkan pandemi, namun saat berita mengeluarkan secercah cahaya yang indah bahwa angka pandemi covid berangsur turun, maka fikiran akan jauh melayang dan ingin segera bertamasaya, berbekal protokol kesehatan meluncurlah kami ke Malino.

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan TinggimoncongKabupaten GowaSulawesi Selatan. Daerah yang terletak 64 km dari Kota Makassar ke arah timur laut ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa, baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan maupun pengunjung dari luar provinsi.


Wisata lokal menjadi pilihan terbesar, saat mengunjungi Kota Malino beberapa saat lalu Pakciwa sempat mengobrol dengan pemilik Rumah Makan Sedap tempat kami singgah untuk makan siang, Beliau mengutarakan baru minggu ini (saat kami berkunjung kala itu) Malino seramai ini, semenjak pandemi bisa dikatakan Kota Malino sunyi pengunjung untuk berwisata.

Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Bamboo Park Malino, letaknya di Kawasan Batu Lapisi, Saat itu kami memilih belok kiri di Hutan Pinus, lebih akuratnya bisa menggunakan google maps.

Tak jauh dari belokan kami sudah tiba, cukup curam dan sunyi, masuk ke Kawasan Bamboo Park Malino dikenai biaya 5K per orang, dan sudah bebas untuk eksplore kawasan tersebut, tidak banyak yang perlu di eksplore tapi cukup menyenangkan, di Bamboo Park juga menyediakan fasilitas penginapan dengan tarif 150K permalamnya tapi saya kurang jelas apa rate ini untuk perkamar atau per bangunan, untuk makan, bisa menggunakan dapur umum yang telah disediakan.

Toilet umum

Penginapan


View dari atas

View dari atas penginapan

Dapur umum


View dari tepi tebing

Kawasan Bamboo Park Malino ini sangat cocok untuk beristirahat sejenak, udaranya sejuk dingin, suasananya tentram, adeeeem.....jadi jika baru masuk ke Kota Malino dan ingin selonjoran bisalah melipir ke kawan ini lebih dulu tapi dengan catatan perutnya sudah kenyang. 

Setelah selonjoran dibale-bale yang disediakan kita bisa mencoba naik rakit mini yang sediakan, atau bermain air terjun mini yang letaknya berdekatan, tantangannya sih karena kami membawa satu anak pra remaja, satu anak balita dan satu anak bayi, yah harus extra sabar dan pelan, karena tempatnya agak curam maka anak balita perlu ekstra penjagaan, mana bisalah lari kesana kemari, tempatnya berundak-undak.





Bermain rakit

Senang rasanya bisa sejenak menghirup udara sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota dan ramainya lalu lintas di perkotaan.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar